Ratusan bendera dan umbul-umbul melambai meriah di Pantai Kuta sepanjang minggu itu. Di sebelah sini, cerahnya warna-warni bendera Asian Beach Games 2008 dan sponsor-sponsornya menghiasi hamparan pasir yang putih kecoklatan, dari siang hingga siang datang kembali. Di sisi satunya, putihnya bendera-bendera Kuta Karnival 2008 menyambut setiap gerakan matahari, meneriakkan semangatnya tak henti-henti: “A Celebration of Life”. Di sini kehidupan dirayakan, detik demi detik tanpa lepas, hari demi hari tanpa lupa.
Menari bersama bendera-bendera itu, semilir angin yang jadi napas pantai ini seolah ingin mengisahkan semua sejarahnya. Sejarah yang disampaikan lewat ceritera yang diturunkan, dan sisanya dikubur dalam-dalam di bawah pasir dan lautan.
Sejak ratusan tahun silam, Kuta sudah akrab dengan umbul-umbul dan bendera. Hanya saja, dari zaman ke zaman, bendera-bendera yang dipasang di sana mengandung makna dan tanda yang berbeda-beda.
Di tahun 1700-an, bendera-bendera di Kuta belumlah membawa berita yang meriah. Mereka tak lain hanyalah tanda, bahwa di sini ada pelabuhan. Berkeriapan dengan kehidupan. Dan orang-orang ini akan menyambut siapa saja yang datang. Sebagian datang sebagai kaum yang tersesat, tetapi kebanyakan datang buat berdagang. Ada juga mereka yang datang ke vihara Dharmayana Kuta untuk sembahyang.
Interaksi antara kaum pendatang dengan penduduk asli Bali yang punya leluhur para bangsawan Jawa, kebanyakan dari Majapahit, berlangsung lama dan, meskipun Kuta mulai berjaya, di sini tak semuanya menyenangkan.
Lalu dari Denmark, ribuan kilometer di utara sana, Mads Lange datang, dan mengubah wajah pantai ini. Bahkan, takkan sulit kita bilang jika seluruh Bali tak bakal jadi seperti ini jika bukan karena ia. Betapa tidak, sebab di tahun 1835 itu, ia tidak datang sendirian. Bersama Lange, meluncur puluhan kapal, mungkin sampai ratusan, masing-masing melayar rendah karena sarat dengan muatan.
Pesisir Kuta pun jadi jauh lebih riuh sekarang. Senjata dan emas, madat—ya, di gang-gang yang kita susuri itulah racun ini pernah diperdagangkan—dan beras, sampai kepingan-kepingan uang dari daratan Cina, semua dibawanya masuk ke Bali, tentunya lewat Kuta.
Dan rakyat Bali menyukainya. Juga barang-barang yang dibawanya. Tuan Lange, mungkin perlu merasa membalas budi mereka (bisnisnya pasti maju luar biasa!) membantu raja-diraja Bali, untuk berperang. Pertama melawan Mataram Lombok, bangsa tetangga. Dan kemudian, ia ikut serta menghadang serbuan Belanda. Bendera-bendera itu pun jadi umbul-umbul perang saat dentuman meriam dan letupan mesiu tanpa tahu malu mengumandang di sekitar Kuta.
Kuta sempat jadi bumi hangus. Kuta pernah jadi tujuan pelarian orang-orang jahat. Atau mereka yang dituduh tanpa punya daya melawan, juga mereka yang merasa punya dosa. Tapi cantiknya mentari yang tenggelam di sini, hari lepas hari, tak pernah gagal menarik manusia untuk kembali.
Yang ada, ribuan pelancong dan petualang merambahnya, tapak-tapak kaki mereka menjejaki pantainya, mata mereka terpana oleh segalanya. Dan Kuta pun berdentum dan berpacu kencang. Di Bali, ia tumbuh lebih cepat daripada lain-lain tempat. Dan kini, Kuta jadi pusat. Ia jadi sinonim dengan yang gemerlap dan yang ceria. Semua aktivitas yang seru berujung, bermula, dan melabuh di sana. Lihat saja bendera-benderanya.


apaan sih nih des?? ga pernah gw baca postingan elo seserius ini . bukan dessy nihhh… curigation deh gua…kekekke..
Oleh: AnGeL on Oktober 31, 2008
at 1:32 am
kok lu tau des? gw aja yg orang bali ga tau..wkekeke..
inget makan2nya kalo menang
Oleh: angsa on Oktober 31, 2008
at 2:31 am
lebih sukak sanur
Oleh: isnuansa on Oktober 31, 2008
at 3:33 am
ini tulisan lu asli nih des? gua juga sama kaya angel, rada2 gak percua gituuu hihi
Oleh: Pucca on Oktober 31, 2008
at 5:21 am
belom pernah ke bali!
kapan kesana!
wkekekeekek!
Oleh: trendy on Oktober 31, 2008
at 9:33 am
yok des kita ke baliii.. yoook
Oleh: Fun on Nopember 1, 2008
at 2:24 pm
[...] 2 (Dessy Sucihadi), hadiah Rp. 1.000.000 (Total nilai 402 poin, URL Blog : http://th3sea.wordpress.com/2008/10/30/kuta-dan-kisahnya-dengan-bendera, Alamat : Ruko Kosambi Baru Blok A Ext. 1 No. 10, Jl. Palemraja Timur, Cengkareng, Jakarta Barat [...]
Oleh: ikads.net » Bisnis Online Blogging Featured Internet Marketing » Beberapa Berita Bahagia Minggu Ini on Nopember 18, 2008
at 4:42 pm
[...] Masih inget kan postingan gue yang ini… yang diragukan oleh semua readers… sampe2 pada YM nanya, “Ada apa dengan [...]
Oleh: Cihuuuuuuuuuyyyy Menang « Song of th3sea on Nopember 19, 2008
at 5:14 am
Ini beneran elu yang nulis Des???
wakakakkakakakakakakaka, koq gag kayak postingan elu yaa??
dapet ilham dari mane niy Jeng??
Oleh: luvly7 on Nopember 19, 2008
at 8:56 am
dipikir2 ya des…loe kok berbakat nulis beginian yak? kalo gw disuruh bercerita begini, mana bisa eke? hehehehe salut des
Oleh: Fun on Nopember 19, 2008
at 10:18 am
waaa hebring hebring hahaha…iyah..sayah yang bertaon taon tinggal di bali aja ga tau kalo ada nama yang denmark ituhh…
kok bisa tau yak hehehe
congrats ya ci
Oleh: tata on Nopember 20, 2008
at 1:21 am
congrtas ya..
Oleh: a! on Nopember 20, 2008
at 2:36 pm
@angel: lah?
)
@angsa: tau dunk :p
@isnuansa: aku suka semua asal bali mbak hihihi…
@pucca: lahh?
)
@trendy: ke sana deh tren… dijamin langsung jatuh cinta
@fun: yuuukkk…
@luvly7: dapet ilham begitu tau ada hadiah duitnya jeng
)
@fun lagi: ah kebetulan ini mah…
@tata: sayah juga sebelumnya ga tau ta hihihihi…
@a!: hoooiii makasih ya… duh serasa seleb neh… mendadak ngetop
)
)
Oleh: th3sea on Nopember 20, 2008
at 2:50 pm
waahh.. kayak nya emang hobby banget nulis nih.. selamat ya… mantap!!
Oleh: Tonny Trisnawan on Nopember 24, 2008
at 7:11 am
Hi… Lam knal… Nice Blog and Nice Topik…
Selamet ya atas kemenangannya di Lomba buat blog…
Bopleh tukeran Link ga?
Oleh: Andryan Si Womanizer on Desember 8, 2008
at 10:31 am
@tonny trisnawan: thx ya…
@andryan si womanizer: thx… silahkan
Oleh: th3sea on Desember 9, 2008
at 9:32 am