Beberapa hari yang lalu, gue dapet forward-an email dari saudara gue…

—- Original Message —-

Sent: Tuesday, May 29, 2007
Subject: Fw: Hati-hati Charge HP CDMA

Dear All,
Cuma mau share pengalaman hari ini yang terjadi di temenku di kantor, supaya bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua dalam penggunaan HP.
Pagi ini temanku charging HP Nokia CDMA-nya dalam keadaan OFF alias tidak dihidupkan sama sekali… dan ditaruh di atas meja kerjanya. Tiba-tiba HP itu terjatuh ke karpet dan pada saat temanku mau ngambil HP-nya, tiba2 HP-nya meledak! Asli bener2 meledak, ada percikan api dan muncul asap yang lumayan banyak dan cukup bikin kaget Bapak2 Bos di lantai ini. Posisi HP waktu meledak itu ada di dalam genggaman tangan temenku. Sangking kencengnya ledakan sampe bikin tangan temenku mati rasa sesaat.Yang bikin bingung… HP itu di charge dalam keadaan mati loh… tapi kenapa masih bisa meledak… ???? Untuk selanjutnya untuk kita semua supaya bisa lebih berhati-hati kali ya…Atau ada yang bisa bantu jawaban mengenai masalah ini?

Eka Syafitri

=================================================

Ehhmmm… sebenernya ada fotonya… tapi ga gue upload di sini hihihi… Kapan2 deh :p. Habis baca email itu, langsung gue click “REPLY ALL”

Itu CDMA-nya yang TRACOFONE ya? Yang kayak Nokia 2116? Kalo emang yang itu, emang diragukan kualitas CDMA-nya. Banyak yang bilang bermasalah di battery (cepat panas, sering drop, dll). Apa bukan resmi Nokia?

Dessy
=================================================

N… someone reply me… (Thx ya Ko Indra atas penjelasannya…)

Sent: Thursday, May 31, 2007
Subject: Re: Hati-hati charge HP CDMA

CDMA Tracfone itu sebenarnya barang dari Amerika Latin yang di negara asalnya itu HP Inject (tidak memakai sim card), layarnya berwarna, dan dijual dengan nama tipe 2126. Karena di luar negeri HP itu dibagikan secara gratis untuk pelanggan, HP tersebut diselewengkan dengan di import secara ilegal masuk ke Indonesia… N dirubah menjadi 2116 yang sekarang sudah menjadi sejuta umatnya merk Nokia di segment pasar CDMA. Pihak Nokia Indonesia sendiri pernah memasang iklan setengah halaman di media massa untuk memperingatkan konsumen agar bisa membedakan barang tersebut dengan 2116-nya versi Nokia Indonesia, soalnya 2116 Nokia tidak laku terjual. Bayangin aja 2116 garansi resmi 875RB, sedangkan 2116 versi Tracfone hanya dijual 520RB dengan battery charger asli n untuk yang perlengkapan palsu 480RB. Untuk keluhan battery suka drop atau panas itu cuma masalah di kalibrasi battery saja, jika di tune-up lagi HP tersebut akan berfungsi lagi dengan baik… kan namanya juga di modifikasi jadi 2116 versi Indonesia, jadi mungkin ada sedikit ketidakcocokan. So kualitas 2116 Tracfone bolehlah di andalkan, dibanding 2116 garansi Nokia kan kebanyakan uda buatan China, sedangkan yang Tracfone ada yang masih asli dari US, Mexico, Korea, dll.Kalo HP memakai charger dan battery asli / original, tidak mungkin akan ada kejadian seperti ini. Tapi kebanyakan pedagang HP yang nakal suka menukar perlengkapannya dengan yang palsu dengan catatan nanti battery dan charger aslinya bisa dijual lagi dengan harga mahal dan keuntungannya lumayan besar…. Temenku juga ada GSM yg meledak waktu charging ditinggal tidur karena battery palsu jadi bukan HP CDMA saja yang riskan memakai aksesoris palsu…

Sebagai perbandingan… Battery palsu Rp. 25,000,-
Battery asli Rp. 100,000,- S/D Rp. 225,000,-
Charger palsu Rp. 8,000,- S/D Rp. 12,500,-
Charger asli Rp. 125,000,-
Nah untungnya lumayan kan kalo battery dan charger ditukar?
Habis jual HP baru kan untungnya cuma Rp. 15,000,- (untuk HP low-end), dan S/D Rp. 50,000,- (untuk HP high-end)… Ini pengalaman pribadi karena saya juga penjual HP.

Tolong diberitahu ke teman2 ya, biar hati2 kalo mau beli HP, tips2 nya seperti ini buat ngenalin barang rekondisi:

1. 80% HP CDMA garansi tidak resmi yg diperjualbelikan, battery dan chargernya palsu, termasuk yang dijual di outlet resmi operator selular, karena itu semua bukan barang baru (barang bekas rusak / reject di luar negeri, diperbaiki dan dibungkus ulang seperti baru, namanya refurbish product atau bahasa Indonesia-nya barang rekondisi). Bisnis rekondisi barang elektronik seperti HP ini lagi beken di Indo, karena dari 1 buah HP keuntungan bisa sampe ratusan ribu rupiah. Disinyalir ribuan unit barang rekondisi dari China laku terjual tiap bulan di Roxy Mas.

2. Kalau tidak mahir membedakan mana yg asli dan palsu belilah barang yg bergaransi resmi Nokia di toko2 yang penjualnya paling tidak bisa anda percayai (sebab ada kejadian teman beli HP di outlet resmi Nokia ternyata barangnya itu bekas pakai dan bukan baru. Ini adalah ulah oknum sales person bukan outlet Nokia).

3. Kalau beli barang elektronik terutama HP baru, jangan mudah tergiur oleh harga murah karena kadang2 barang yang dijual murah biarpun ber-garansi resmi ternyata tidak 100% baru atau perlengkapannya sudah ditukar. Segel plastik dan kemasan bagus tidak menjamin barang yg terdapat di dalamnya… (don’t judge a book by its cover).

4. Jangan sering2 charge battery HP dalam waktu yang lama. Kalo pake battery palsu agak riskan. Kalo battery asli paling2 jadi rusak / soak / gampang low-batt, tapi tidak mungkin akan meledak.

5. Battery diraba dengan tangan kalau bentuknya gelembung / buncit di bagian tengah seperti orang hamil ) pasti itu tanda2 sudah mau keluar isinya alias meledak.

6. Battery asli untuk Nokia diperlengkapi dengan hologram asli. Kalau diperhatikan berbentuk sangat jelas 2 buah tangan sedang bersalaman kalau battery digerak2kan kiri-kanan-depan-belakang. Di samping hologram ada stiker hitam yg kalau dikerok akan muncul angka2 yg bisa dicek validitas / keasliannya di website resmi Nokia. Yang palsu hologram tidak jelas cuma berkilauan, warna kekuning2an tulisannya juga agak buram, kalau dipegang permukaan battery-nya juga beda dengan yang asli.

7. Charger asli bisa dipastikan kalau dipegang berasa agak berat trus ada barcode-nya, yang palsu itu sangat ringan, dan kasar buatannya, barcode juga ga terlihat jelas.

8. Perhatikan kotak HP-nya, kadang cetakannya buram terkesan murahan dan bahan kartonnya tipis.

Barang refurbish / rekondisi itu sebenarnya uda lama terkenal di US of A, ingat ga kalo dulu ada laptop2 merk terkenal masuk ke Indo tanpa garansi, coba liat di bagian label bawahnya pasti ada coretan spidol hitam, ditempel dengan segala macam segel. Kalo spidol atau segel tersebut dibersihkan akan jelas terlihat tulisan “refurbish” artinya laptop itu ga baru, cuma kelihatannya aja seperti baru, bisa jadi barang reject dari pabrik karena tidak lolos QC (Quality Control) atau dikembalikan oleh konsumen karena cacat sedikit. Di US kan ada money back guarantee or one to one replacement, artinya kalau tidak puas dengan barang yg dibeli boleh dikembalikan dengan berbagai macam alasan (nah ini dia banyak orang Asia yg suka ma beginian heheuehueheue).

Karena barang complaint customer masih keliatan seperti baru, ya dijuallah sebagai barang baru dengan catatan ada label “refurbish” untuk memperingatkan konsumen. Tapi di Indo mana ada cara dagang yg transparan begitu??? So sedikit tipu2 barang rekondisi bisa dijual baru. Trend untuk CDMA, rekondisi dimulai dengan hebohnya NEXIANS yg terjual puluhan ribu unit dalam beberapa bulan. Coba lihat saja pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas di mana HP yang pabriknya saja sudah 3 tahun tidak produksi tetapi masih aja ada barang barunya dipajang di etalase, seperti tipe Nokia 3310, 3315, 8210, 8250, Sony Ericsson K700, T610, T230, T290, dll. Ternyata barang2 itu adalah rakitan dari China bukan dari pabrik (ya alhasil semuanya palsu termasuk mesin dan chasingnya). Termasuk juga HP CDMA Inkject, ada yg tiruan Samsung, LG, dll

Waduh jadi bongkar rahasia ni gue heuehehe, BTW aku juga pernah ketipu pas beli PSP dan laptop dulu. Jadi uda rada pinter milih2 barang sekarang, hampir semua barang elektronik begitu termasuk TV, DVD Player, dll.

Sebenarnya yang kasihan itu masyarakat kalangan menengah ke bawah karena budget mereka memang cuma bisa beli HP2 murah seperti itu. Uda itu saking bodohnya kebanyakan yg dikasi tau malah ngeyel / masa bodo, katanya si yang penting bisa nyala. Handphone itu adalah barang yg berbahaya sebab barang yg tidak keluar dari Quality Control pabrik, tingkat / level radiasi sinyalnya serta konsumsi daya battery-nya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bayangkan aja kalo lagi dipake di pipi terus meledak… ya kalo ada duit si sekaligus operasi plastik jadi Nicole Kidman hueheuehe ;P Tapi jarang kejadian begitu si paling 2 out of 1000 pieces.

Moga2 nga ada yg ketipu lagi ya, karena sudah agak jeli melihat barang.

Best Regards
Indra

Whatttt… ??? NEXIANS… gue punya ni… dapet hadiah dari Bank Mega waktu apply kartu kredit… IIIIhhh… jadi ngeri…