Senin, 9 Maret 2009 ==> How I Miss Jakarta

jempol1Ga kerasa… sudah hari ke-4. Sudah saatnya kembali ke alamnya masing2 nih…

Pagi2 setelah breakfast menu yang sama dengan kemarin *** dan lagi-lagi belum mandi***, kita diajak mengelilingi pulau2 sekitar… kali ini via laut, naik boat.

Dari pinggiran samudra gini, kita bisa lihat keseluruhan pulau Sikuai dari dekat… sekaligus pulau2 lainnya di sekitar sini. Bener2 serasa penjelajah ya hahaha… Ada sebuah pulau juga yang ada pengunjungnya… tapi denger2 di sini lebih back to nature lagi… ga ada listriknya loooow…
Beberapa wisatawan tampak sedang barbeque di pagi hari… dan mereka melambai2kan tangan ke arah kita… bahkan seekor anjing di pulau itu pun ikut mengibas2kan ekornya hahahahahahaha…
Rasanya lain deh… Kalo di Jakarta ketemu orang yang ga kita kenal pasti pada cuek… nah di sini… malah saling melambai loh…
“Halllooooooooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ciiiiaaaaaaaoooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“Exceelllllleeeeeeeennnnnttttttt!!!!!!!!!!” ***sambil mengacungkan jempol tinggi2*** hihihihihihi…

Pantesan kemarin waktu kita lagi keliling pulau jalan kaki, ada orang di boat yang juga melambai2kan tangannya ke arah kita hehehehehe… Rupanya ada budaya saling melambai ya kalo di laut hihihihihi…

Kita juga ngelihat nelayan2 yang sedang menjala ikan2 kecil. Boat kita berhenti sebentar untuk memperhatikan aktivitas mereka.

Terakhir, kita melewati pulau Batasan. Pulau yang terhubung dengan dataran Sumatera. Deket juga ya ternyata hehehehehe…

Satu jam kemudian kita kembali ke Sikuai… mandi… siap2… dan Bye Bye Sikuai………………………………..sikuai-island-sore

Kembali ke Padang
Di boat kali ini gue milih duduk di bawah… ***waktu baru pergi kemarin gue duduk di atas***. Tempat duduk di bawah sofa booow… Lumayan kan. Heran juga kenapa kemarin waktu berangkat ga ada 1 orangpun yang duduk di sofa itu. Apa mereka kira itu buat executive class ya hehehehehehe…

Ga sampai 1 jam kemudian kita kembali ke Padang… Perlahan2 boat merapat ke Dermaga Wisata Bahari.  Gue ngerasa seolah2 baru kembali dari karantina hahahahahaha… padahal masih sama2 Indonesia ya… tapi beda banget rasanya. Begitu merapat ke Padang gue ngerasa kembali ke alam semula hahahahaha… waktu di Sikuai gue ngerasa ada di alam lain :p

Sampai sana, kita langsung makan siang di AW Resto. Gue kira AW yang fried chicken perusahaan Amerika sono… ternyata bukan hihihihihi…
AW Resto di sini mah resto terapung… di atas laut. Menu makanan… ga beda jauh sama di Sikuai. Cara penyajiannya juga sama.

Selesai makan, kita langsung naik bus… ketemu lagi deh dengan Pak Guide yang kemarin. Sebelum ke airport, kita sempet diajak ke Shirley buat beli oleh2 khas Padang. Keren ya di sini nama2 tokonya. Mungkin diambil dari nama pemiliknya kali ya… Di sini gue baru tau kalo kripik Padang adalah singkong balado hihihihihi… Gue kira mah apaan😀

Dari Shirley, kita ke pandai sikek lagi… lupa namanya. Biasa… para cecewek selalu merasa ada aja yang ketinggalan di beli. Dari pada pusing dengerin rengekan cewek2, bus merapat deh ke pandai sikek.

Selesai dari pandai sikek, giliran cecowok yang ribut pengen makan es durian. Jadi ya dalam on the way to airport, kita mampir dulu beli es durian. Enak sih…
Gue kira es durian itu seperti es2 puter di Jakarta sini. Ternyata es duriannya disajikan dalam bentuk es campur. Ada kolang-kalingnya… ada susunya…😀 dan duriannya sudah dihalusin. Gue aslinya ga doyan durian… tapi kalo disajiinnya begini sih… 2 mangkok juga kuat hahahaha…
Sayang gue lupa foto… kalo mau lihat gambarnya, ke blog Viol aja😀

Suasana ceria masih mengiringi perjalanan kita menuju airport. Sampai kira2 500 meter menjelang sampai, tour guide menyampaikan salam perpisahan… dan mulai bernyanyi… suaranya terdengar jelas dan penuh penghayatan… kita semua terharu biru.

Suatu hari dikala kita duduk di tepi pantai
Dan memandang ombak di lautan yang kian menepi
Burung camar terbang bermain di derunya air
Suara alam ini hangatkan jiwa kita

Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu

Sampai sini kami semua ikut nyanyi bareng2…

Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini… inginku kenang selalu
Hatiku damai… jiwaku tentram disamping mu
Hatiku damai… jiwa ku tentram bersamamu

Ya… kemesraan ini… janganlah cepat berlalu…

Sedikit Intermezo di Airport
Karena di airport Padang bisa wifi, gue bisa buka detik. Kaget gue waktu baca berita Lion Air tergelincir di airport Jakarta karena hujan deras dan bandara ada yang ditutup sementara. Hah? Perasaan di Padang panas2 aja… Ooohhh jadi ini yang nyebabin keberangkatan gue juga delay karena Garudanya belum nyampe di Padang.

45 menit mundur dari jadwal semula, akhirnya berangkat juga kita menuju Jakarta. Pilot menjelaskan kalo cuaca agak buruk… duhhh gue seremmmm…

1 Jam 15 menit kita sampai di Jakarta… Flight steward mengumumkan kita untuk segera pakai safety belt… perlahan2 pesawat mulai mengurangi ketinggiannya… David malah bilang, “Tuh airportnya sudah kelihatan!”

Semenit… dua menit… tiga menit… loohh kok pesawatnya belum landing? Belum terasa roda beradu dengan tanah Jakarta… lah lah kenapa ini?
“Lah kok kita naik lagi ya? Tadi gue sudah lihat ada airport kok,” kata David.
Deg… gue kepikiran pasti ada hubungannya sama Lion Air nih. Bener aja… ga lama setelah itu, terdengar suara intercom… intinya si pilot bilang kalo saat ini kita belum bisa mendarat karena ngantri. Bandaranya yang dibuka cuma pintu utara kalo ga salah. Dan pesawat gue dapet nomor urut 21.

Sontak semua penumpang mulai diam. Dari yang tadinya sibuk ngoceh… sekarang ga ada satupun yang ngomong. Lampu di kabin dimatikan ***sisa lampu kecil doang***… TV juga dimatikan… mungkin supaya hemat BBM. Pesawat kita berputar2 ga jelas di atas langit Jakarta dalam cuaca agak buruk… semua sudah pada diem. Sama sekali ga ada yang ngomong. Rata2 penumpang memilih memejamkan mata… walaupun pasti ga tidur.

Satu jam kemudian, baru pilot mengumumkan bahwa pesawat kita akan mendarat. Sampai sini penumpang belum juga ada yang ngomong. Semua masih menahan napas… baru pada saat getaran landing terasa… pada saat roda pesawat terasa sudah menyentuh tanah bandara… baru deh penumpang pada melepas napas lega… ssshhhhhhhhh…

Yaaa selesai sudah perjalanan gue. Kalo ditanya mau balik lagi ga ke Sikuai? Hmm… MAY BE YES MAY BE NO lah… Sebenernya gue jelas lebih suka kehidupan metropolis. Ohhh I miss my Jakarta hahahahaha…

Ingat… kalo kalian mau istirahat leha2 full day… jelas SIKUAI bukan pilihan yang tepat. Listrik yang mati dari jam 10 pagi s/d jam 5 sore, akses selular yang kembang kempis, semuanya bener2seolah-olah memaksa kita untuk ga bengong aja di kamar.  Buat yang mau main kartu… mungkin lebih baik kalo bawa sendiri dari Padang. Di sini sewa kartu gaple 10RB / jam looohhh.

Buat yang gampang panas dalem kayak gue, lebih baik bawa vitamin. Sumpe di sini makanannya panas2 semua… pedas2 semua… dan kering2an semua… sedangkan buah2an sedikit sekali.

the – end

nec-groupBerikutnya kita kemana nih?