*Buat yang tanya foto2nya… nanti aza ya gua post sekalian. Sekarang post cerita2nya dulu…*

Rencananya hari ini kita mau ke Sentosa Island… tapi ga jadi soalnya kaki gua masih shock diajak jalan banyak kemarin ha3x…

Pagi kedua ini, setelah mandi, kita sarapan di depan. Oh iya di hotel ini ga ada restaurantnya, jadi semuanya room only… ga ada breakfast2an. Tapi tenang aza… di dekat hotel, persis di-hook, ada food court kecil. Lumayan murah… gua beli nasi lemak cuma S$ 2.50… David makan nasi + sayur2 cuma S$ 3.00… truz ada mie bakso ikan, yang jual kayaknya orang Medan… soalnya ngomong bahasa Indonesianya lumayan… harganya antara S$ 2.50 s/d S$ 3.50.

Menyambung review hotelnya, air keran di hotel ini ga ada tulisan boleh diminum atau ga. Kalau di hotel yang dulu gua nginep, ada tulisannya boleh diminum. Tapi tenang aza… kalau mau beli air mineral, di dekat hotel, jalan keluar dari Dickson Road, belok ke kanan, ga jauh itu ada mini market. Air mineral 2L disitu S$ 1 koma sekian *lupa*
Kalau beli di Seven Eleven juga ada… cuma lebih mahal. Di Seven Eleven, air mineral 2L S$ 2 koma sekian *lupa lagi*

Selesai makan pagi, kita tunggu di hotel, tunggu dijemput papa.

Rute hari ini… ga kalah hebohnya dengan rute kemarinnya hahahahahahahahahahahaha…

Mustafa Centre
Ke Mustafa 2x malah. Pagi bareng papa, dan sore naik MRT ha3x…
Ngapain?
Sebenarnya niat utama ke Mustafa ya karena David mau melototin elektronik pluz beliin titipan coklat temannya *yang tidak berperasaan… nitip belanjaan sampai 4 Kg boww…*.

Entah David yang terlalu polos atau temannya yang ‘pintar’… dia ngasih list titipan, tapi yang disebutin beratnya cuma Bee Cheng Hiang doang. Alhasil David kira titipan dia total2 cuma 1,5 Kg paling berat… ga taunya beuuuuhhhhhhhhhhhh…

Pagi ke Mustafa, kita langsung ke area coklat. Cari2 coklat titipan si rese… ternyata 1 Kg boow beratnya! Ampunnn deh. Belum lagi David dan gua sendiri mau beli coklat juga. Ga tanggung2 juga… David mau beli 2 Kg buat bagi2 di kantor, dan gua mau beli yang 1 Kg pluz kotakan2 juga. Berapa tuh total beratnya?

Yang ada papa gua bilang, “Sudah, nanti sore kalian balik lagi ke sini aza. Sekarang kan kita mau lanjut ke Orchard lagi. Berat ga?

Akhirnya, si David cuma beli coklat2 titipan temannya + coklat2 kotakan gua doang.

Far East Mall
Dari Mustafa kita lanjut naik MRT ke Orchard, truz jalan ke Far East. Beli kosmetik merk Neways titipan mama gua. Di sini cuma sebentar soalnya si papa pasang stiker parkir di mobilnya cuma 1 1/2 jam… dimana tadi di Mustafa aza sudah lumayan lama.

Dari Far East, kita balik lagi ke Mustafa, ambil mobil, dan balik ke hotel. Si papa mau ketemu client dulu, sedangkan gua dan David kan harus gabrukin belanjaan coklat yang aje gile…

Balik ke hotel, istirahat sebentar, truz gua ngajak David naik MRT ke Chinatown.

Chinatown
Di sini juga kita ga beli apa2. Cuma muter2 di People Park Centre, dan jajan2 kecil. Gua ga bisa ngomong Mandarin, yang jualan ga bisa ngomong English. Jadi ya… pakai bahasa tubuh aza hahahahahahaha… Ya kalau cuma ngomong “i-pai-kuai” sih gua masih ngerti :p

Di sini juga gua lebih banyak duduk di bunderan2 yang ada tanaman itu. David sendiri masih muter2. Wuihhh… di sini ada tulisan, “Low crime doesn’t mean no crime” xixixixixi… ya you know lahhhh…

Suasana Chinatown saat itu cukup ramai. Ada tukang jualan obeng yang demo di tengah2 jalan.
Si David sudah mau beli tuh… tapi gua selalu teringat tukang jualan di Mangga Dua yang suka jualan juicer lah… peresan jeruk lah… pisau lah… yang mana setelah dibeli dan dibawa pulang, pemakaiannya ga semudah yang di demoin.
Truz iseng2 gua minta test dulu cobain tuh obeng. Kalo benar gua bisa pakai, baru gua beli. TERNYATA………………….

Ga dikasih xixixixixi…

Mustafa Centre [again]
Well… well… kita balik lagi ke sini sore2 karena David belum puas melototin elektronik2 di sini, dan juga coklat Kg’an buat kita belum dibeli.

Ya… resiko punya suami gila elektronik, gua selalu mati gaya kalau masuk ke area elektronik qiqiqiqiqi…

Pulang dari Mustafa, istirahat sebentar di hotel, dan malam si papa jemput lagi. Kita keeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…

Muthu’s Curry Restaurant
Huaaaaaaaaaaaaaaaaa… bikin sakit hati. Mehong bowwwwwwwww…

Si papa tuh… gara2 gua bilang gua mau makan kari India…
Kamu mau makan kari India dimana?

Dengan PEDE’nya gua bilang, “Dimana yang enak dan terkenal, Pa?

Dan disitulah kita kemudian =))

Baru lihat menunya aza gua sudah kenyang. Tapi sabarrrrrrrr sabaarrrrrrrrrr namanya juga liburan.
Dan jrengggggggggggggggggggggggggg… berapa bill gua saudara-saudara?

S$ 98.15 saudara-saudara!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Haaaaaaaaaaaaaaaahh? ENAM RATUS EMPAT PULUH LIMA RIBU RUPIAH? Itu harga catering gua sebulan di Jakarta huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…

Dan mata gua mulai jelalatan… cari2 gambar penawaran kartu kredit *kaliiii discount* hahahaha… kemudian mata gua tertumpu pada tulisan potongan S$ 10.00 untuk menu fish head curry setiap pembayaran pakai Citibank.

Nahhhhhhhhhhhh… gua punya Citibank… dan tadi kita memang pesan fish head curry… Jrengggggggggggggggggggggggggg… keluarlah kartu plastik itu dari dompet gua… dan…………………. terdebetlah S$ 88.15 dari sana… huuuuuuuu hatiku sakit sekali… huuuuuuuuuuu…

hahahahahahahahahahaha…

JUJUR… rasa makanannya ga cocok buat gua. Ya walaupun dimasak ala restaurant Padang yang terkenal dengan bumbu2nya, bagi gua tetap rempah2 dalam negeri yang mantafff ha3x…
Jadi… kalau nanti gua ke Singapore lagi… Muthu’s Curry jelas2 coret dari list hahahahahaha… *Sumpaahhh mahalll bener…*

Nih gua tulis menunya…
Fish Head Curry Small S$ 20.00
Chicken Masala Small S$ 8.00
Chicken Tikka Masala Small S$ 11.00
Muthu’s Ck Chuka Small S$ 12.00
Sambal Squid S$ 7.00
White Rice 3 @S$3.00
Garlic Naan 2 @S$ 4.00
Lime Juice 2 @S$3.50
Coke S$ 3.50
+ 10% Service (Dine in)
+ 7% GST

Helooooooooo…??? hahahaha…
Hayooooo jangan pada ketawa… gua tau kalian mentertawakan gua ha3x…

Geylang Road
Oke… demi menghibur gua yang sedang bersedih, si papa dan David sepakat ngajak gua jalan2 ke Geylang, padahal hari sudah lumayan malam.

Di Geylang kita cuma muter2 aza… sambil asyik ngelihat “dimsum2 baik lokal maupun import”.

Entah mulai lorong berapa… kita mulai ngelihat tukang durian di pinggir2 jalan. Murah banget… cuma S$ 1.00 / buah. Ooouuhh bagaikan bumi dan langit dengan restaurant yang sebelumnya kita masukin *masih keki mode on*.
Emang siy ga gede duriannya… tapi cukup murah lah.

Setelah muter2, akhirnya kita memutuskan untuk berhenti di salah satu penjual durian itu…

Percakapan di bawah ini pakai bahasa Inggris belepotan antara gua dengan si tukang durian. Supaya ga malu2in… gua translate bebas aza hahaha…
Gua: “Berapa ini?

Dia: “1 dollar. Mau buat makan atau apa, Sis?

Gua: “Buat makan dunk…

Dia: “Ini durian biasa dibeli orang untuk buat kue. Kalau buat makan, rasanya agak2 pahit. Kalau mau yang bagusan, silahkan beli yang ini…
*Sambil menunjukkan durian seharga S$ 10.00*

Agghhh… kalau durian seharga 10 dollar siy ngapain gua jauh2 makan di sini… Justru karena 1 dollar itu kita berhenti xixixi… Jadi ya… gua tetap ngotot mau beli yang 1 dollar aza.
Si penjual masih bilang kalau duriannya agak2 pahit, tapi dia kasih garansi food. Semua durian yang dia jual dalam kondisi bagus. Kalau rusak, silahkan ditukar.

Ya sudah… akhirnya gua beli yang 1 dollar aza… dan berhubung gua ga suka durian, gua persilahkan David dengan hormat untuk menghabisi durian itu hahahahahahahahahahaha…
Papa gua juga ga berani karena dia ada diabetes.

Ehhhmmm selesai juga hari kedua di Singapore…