Dipikir-pikir, kenapa bank penerbit kartu kredit “lagi” kompakan terlambat ngirim tagihan gua ya?

Pertamanya Bank Central Asia… Gua yang sudah bertahun-tahun jadi nasabah kartu kredit mereka… paling ga sudah 6 tahun billing tagihan selalu datang tepat waktu ke alamat kantor gua ini… tau-tau gua diteleponin bagian penagihan mereka ***dengan sopan*** bilang kalau tagihan gua sudah jatuh tempo dan gua belum melakukan pembayaran. Satu bulan setelah itu, billing berikutnya juga ga datang. Baru 2 bulan berikutnya datang billingnya… sementara biling per Agustus’11 yang gua complain’in, baru datang minggu lalu! Dengan tanda “XX” di depan amplop. Masalah complain denda keterlambatan gua, sudah diselesaikan dengan baik oleh BCA. CASE CLOSE!

Sebagai catatan, gua sama sekali ga pernah “lari” dari kewajiban gua membayar kartu kredit ini. Gua paling anti dengan yang namanya bayar minimum… karena menurut gua, bunga’nya “ga worth-it”. Lagipula… gua ga pernah belanja tanpa punya budget sebelumnya ***sombong euy😀 ***.
Kalaupun pernah 1 – 2 – 3 kali gua terlambat membayar –dalam artian billing sudah gua terima, tapi belum gua bayar ~ MOSTLY KARENA LUPA–  GUA GA PERNAH BERUSAHA TELEPON BANK PENERBIT TERKAIT DENGAN MENJABARKAN ALASAN SEDEMIKAN DRAMATIS UNTUK DIBEBASKAN DENDA KETERLAMBATAN GUA! Gua dengan sukarela tulus ikhlas membayar apa yang menjadi kelalaian gua itu.

Tapi lain lagi ceritanya kalau bank penerbit terkait juga ada ANDIL dalam keterlambatan gua bayar😦
Dan inilah yang terbaru…

CIMB NIAGA

Bukan baru 1 – 2 – 3 tahun gua jadi nasabah kartu kredit CIMB Niaga. Sejak gua masih tinggal di Taman Duta Mas, kemudian pindah ke apartment, dan untuk 6 tahun terakhir sampai hari ini gua tinggal di Cengkareng, sejak nama kartu kreditnya masih LIPPO VISA / MASTER… kemudian ada LADY MASTER… dan sekarang semua jadi CIMB NIAGA VISA / MASTER… kartu kredit tersebut masih setia nangkring di dompet gua.

Complain-complain ke CIMB Niaga hampir ga pernah gua lakukan… kecuali beberapa tahun terakhir ketika gua dijanjikan pembebasan iuran tahunan tapi ternyata tidak. Billing yang gua terima juga selalu tepat waktu… proses pembayarannya juga ga berbelit-belit, cukup akses ke cimbclicks, tidak ada biaya administrasi pembayaran seperti bank asing tetangga… itulah yang membuat gua lebih sering bertransaksi menggunakan kartu kredit bank Malaysia ini.

Tapi inilah yang terjadi bulan September’11 kemarin.

Gua berangkat ke Singapore tanggal 12 September’11 dan kembali tanggal 15 September’11. Pas gua masuk kantor lagi tanggal 16 September’11, gua menemukan billing tagihan CIMB Niaga ini di meja gua.

Pas gua buka… ternyata billing tersebut sudah lewat dari tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal 11 September’11… DIMANA s/d tanggal 11 itu, billing tersebut belum gua terima! Dan seperti yang selalu gua ceritakan di blog ini, kantor gua itu kantor kecil… dan orang yang bertugas menerima segala jenis surat / paket, duduknya persis di sebelah gua. Semua surat / paket yang ditujukan ke gua, dalam 1-5 detik setelah ditanda-tangani’nya bukti pengiriman, dia langsung oper ke gua –yang cuma dipisahkan oleh printer + komputer doang–.

Tanggal 16 September’11 baru gua terima billing per jatuh tempo 11 September’11 itu… dan karena kesibukan gua, gua baru melakukan pembayaran tanggal 17 September’11 dan tanggal 20 September’11.

Tanggal 19 September’11, tentunya 2 hari setelah gua melakukan pembayaran, gua menghubungi 14041, dan diterima oleh Bp. Rizki. Gua complain mengenai keterlambatan pengiriman billing dan gua bilang gua amat keberatan kalau gua dikenakan “Late Payment Charges” atau apapun namanya atas keterlambatan yang bukan kesalahan gua 100%!

Beberapa hari kemudian, gua kembali menghubungi mereka ***ini gua lupa tanggal berapa dan diterima oleh siapa***. Yang jelas, gua dapat info kalau complain’an gua disetujui. Dan gua akan dikredit sebesar fee yang akan muncul di billing berikutnya itu.

Hari ini, 5 Oktober’11, baru saja kurir surat yang biasa, datang mengantarkan billing CIMB Niaga gua… kembali diterima oleh karyawan yang duduk di sebelah gua, dan kembali dalam beberapa detik, billing itu berpindah tangan ke gua. Dan apa yang gua dapatkan setelah membuka billing tagihan itu…

14/9 Late Payment Charges — Rp. 75,000.-
23/9 Reversal Late Charges — Rp. 75,000.-Cr

27/9 Interest — Rp. 77,583.-
—-> Tidak ada credit atas Interest tersebut.

Gua langsung complain ke 14041, dan diterima oleh Bp. Hendra, yang sudah membuatkan laporan complain gua. Ya… Bp. Hendra ini menegaskan kalau complain gua untuk pengkreditan Interest di atas hanya bersifat pengajuan… dalam artian BISA DISETUJUI BISA TIDAK. Kemudian dilanjutkan dengan informasi bahwa billing tagihan yang gua claim terlambat itu, TIDAK PERNAH TERLAMBAT ALIAS SUDAH DIKIRIM KE ALAMAT GUA SEBELUM TANGGAL JATUH TEMPO PEMBAYARAN, DAN SUDAH DITERIMA OLEH KARYAWAN GUA, TANGGAL 5 SEPTEMBER’11.

Yang gua heran… kalau benar billing itu sudah diterima oleh karyawan gua per tanggal 5 September’11, lantas kenapa waktu gua complain tanggal 19 September’11 kemarin… complain’an gua disetujui? Terbukti dengan dikreditkannya Reversal Late Charges — Rp. 75,000.-Cr ?
Toh gua yakin bank sebesar CIMB Niaga pasti melakukan investigasi dulu ke bagian terkait, apakah benar gua terlambat menerima billing? Dan kalau sampai sudah dikreditkan kembali, bukankah artinya mereka mengakui telah terjadi keterlambatan pengiriman? Truz kenapa hari ini, ada informasi lagi kalau billing gua sudah diterima di tanggal 5 September’11?

Oke… azas praduga ga bersalah… gua sempet berpikir positif… mungkin saja karyawan gua itu salah tulis tanggal… misalnya 15 September, dia tulis 5 September… dalam hal ini, jika benar memang karyawan gua yang melakukan kesalahan penulisan… gua pasti ga akan ngotot lagi… gua mau-ga-mau akan melunasi Interest yang semestinya tidak harus gua lunasi itu.
Dan untuk ini, gua perlu bukti! Bukti tanda terima yang ditanda-tangani oleh karyawan gua! Karyawan gua sendiri bilang kalau billing itu dia terima pada saat gua di Singapore. Cuma dia tidak ingat tanggal berapa.

😦

Lanjut case kedua… atas nama kartu tambahan gua ***artinya kartu a/n David***

07/09 12 Bulan Bunga 0% 012/012 — Rp. 3,082,500.-
07/09 IPP EARLY SETTLEMENT CHG — Rp. 154,125.-

Ini juga menjadi tanda tanya besar. Atas nama kartu David itu… memang ada cicilan 12x untuk transaksi pembelian Blackberry Onyx 2 gua… tanggal 16 Juli’11. Sudah beberapa bulan berjalan… dan sampai pada billing yang gua complain terlambat pengiriman ini, baru masuk ke cicilan ke 2. Terakhir gua didebet tanggal:

16/8 12 Bulan Bunga 0% 002/012 — Rp. 308,250.-

Lantas kenapa di bulan berikutnya, tagihan ke-3, 4, s/d 12 gua, didebet jadi 1 tanggal 7 September’11 kemarin?
GUA MASIH CUKUP SADAR… gua ga pernah menghubungi CIMB Niaga untuk pelunasan cicilan tersebut yang menyebabkan munculnya IPP EARLY SETTLEMENT CHG! David pun ga bisa telepon ke CIMB Niaga untuk pelunasan cicilan tersebut karena kartu kredit CIMB Niaga David CUMA MERUPAKAN KARTU TAMBAHAN GUA… yang artinya, dia ga punya kuasa untuk urusan kartu kreditnya itu.

Gua sudah sekalian complain ke Bp. Hendra tadi…😦 Yang kemudian dibuatkan laporan juga.

Kecewa…
Gua kecewa sama CIMB Niaga atas hal yang gua alami ini…
Padahal CIMB Niaga adalah bank yang paling gua sukai, diantara bank-bank lain dimana gua menjadi nasabahnya😦

#MenantiPenyelesaian