Baiklah… baiklah…
Seorang sahabat dunia maya sekaligus teman seperjuangan saya, meminta saya ikut memberikan sepenggal-dua penggal paragraf tentang cinta. Tentu saja cinta di sini… tentang saya dan David ya. Kalau tentang saya dan dia-dia-dia-dia ***tunjuk satu-satu*** hmmm… itu sih mungkin bukan cinta hahahaha…

Sebenarnya… menulis dengan bahasa Indonesia baku itu kok… rasanya bukan ‘Dessy-banget’😀
Mengganti kata “gua” menjadi “saya” saja rasanya kok agak-agak “sesuatu” gitu hihihi…
Tapi demi menghormati si empunya hajatan, demi keindahan dan menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku ***pletak***, baiklah untuk post kali ini, saya berusaha lebih sopan dan focus🙂

* * *

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera

@Foodcourt Carrefour Puri Indah Mall — pangkalan setiap awal bulan

“Gua ga habis pikir Beiy… kenapa bisa kita menikah ya? Padahal banyak banget hal-hal yang berbeda. Gua… penggila mie. Lu… selalu heran kenapa wanita kebanyakan suka mie. Gua… ‘kecanduan’ aneka minuman asem seperti blackcurrant, blueberry, cranberry, dan aneka berry-berry lainnya. Lu… selalu protes karena semua yang gua beli itu, lu ga bisa ikutan minum. Gua… ga suka makan nasi dikasih kuah. Lu… ga pernah bisa makan nasi tanpa kuah. Gua… pemimpi kelas berat. Lu… Mr. Reality sepertinya. Dan yang jelas terlihat berbeda adalah gua… extrovert sejati. Lu… introvert sejati.”

Mendadak pertanyaan itu melintas dibenak saya, saat kami sama-sama sedang menikmati minuman favorit kami selepas belanja bulanan. Blackcurrant di hadapan saya, Avocado Float di hadapannya.

Hhhmmm… pria di depan saya tampaknya tidak tertarik dengan pernyataan saya barusan. Matanya asyik memelototi Samsung Galaxy Y’nya yang baru saja dibeli dengan cicilan 6 bulan *teteup*. Lagipula, juice alpukat bercampur ice cream, jelas lebih mempunyai efek baginya… dibandingkan sebuah pernyataan dari seorang sanguinis seperti saya. Entah efek apa… mungkin efek mengeyangkan🙂

Hhhmmm…

Berbeda! Ya… kami berbeda. Di awal-awal pernikahan kami, saya mengusung tinggi idealisme pernikahan bak dongeng Fairy Tales, serial favorit saya sejak kecil. Saya berharap pernikahan yang selalu berbunga-bunga.

Saya mengharapkan bunga mawar di hari ulang tahun saya, di hari kasih sayang sedunia, di hari ulang tahun pernikahan kami, dan di hari-hari spesial lainnya.

Tapi nyatanya… tidak ada.

Di tahun kelima ulang tahun pernikahan kami kemarin, ketika dengan to-the-point’nya kembali saya minta bunga mawar, syukur-syukur diikuti dengan candle light dinner, pria yang sudah tidur satu kamar dengan saya selama lima tahun ini berkata, “Kembang mawar cuma buang-buang uang. Mendingan gua kasih kembang kol… lengkap dengan koloninya termasuk daun bawang dan seledri… supaya bisa jadi sop sepanci yang mengeyangkan, gimana?”

Fiuuuuhhhh… What a man ya hahaha…

Tapi… tanpa saya sadari… justru perbedaan-perbedaan itu yang membuat kami saling melengkapi🙂. Dan tanpa sadar, seiring dengan bertambahnya usia pernikahan kami, kami sudah jarang berdebat mengenai pinsip dan idealisme masing-masing. Orang-orang bilang, memang setelah tahun kelima, pernikahan akan menjadi lebih stabil. Perbedaan-perbedaan sedikit banyak melebur jadi satu… bukan untuk menjadi sama, tapi untuk menjadi pelengkap satu sama lain.

(Berusaha) Bertahan Satu CINTA

Itu resep cinta saya. Perbedaan-perbedaan yang ada, seyogyanya adalah anugerah dariNya. Pilihannya hanya ada dua. Mau diperdebatkan terus hingga muncul idealisme baru dengan Pria / Wanita Idaman Lain…

atau

Berusaha bertahan… menjalaninya dengan ikhlas, sehingga perbedaan-perbedaan itu melebur menjadi satu, membentuk suatu kelengkapan dan keindahan ber-rumah tangga.

Saya memilih yang kedua… dan saya masih harus banyak belajar🙂

@Foodcourt Carrefour Puri Indah Mall — pangkalan setiap awal bulan

Seiring dengan seruputan terakhir minuman favorite kami masing-masing, pria di depan saya berujar…

“Lu pikir, menikah itu untuk mempersatukan 2 pribadi yang berbeda, atau mempersatukan 2 pribadi yang sama? Tidak mungkin kan 2 pribadi yang sama menikah… karena pasti tidak akan ada yang bisa melengkapi kekurangan masing-masing!”

Jlebbbbbbbbb…

Dalem…

So for dear Anies dan Hubby,

Love brought you together
As husband and wife
And gave each of you
A best friend for life

Semoga semakin bertambahnya usia pernikahan kalian, kalian masing-masing telah menemukan kesempurnaan pernikahan melalui perbedaan-perbedaan yang ada dan selalu ada ^^

Happy Wedding Anniversary