www.bca.co.id

    • Solusi perbankan
    • Rencana masa depan
    • Kemudahan transaksi
    • Produk perbankan
    • Layanan perbankan
    • Kebebasan finansial

“Jangan pernah lupa untuk menggantungkan cita-citamu setinggi langit!”

Ga asing ya sama kalimat di atas? Aku… sejak kecilpun sudah punya cita-cita. Walaupun cita-citaku dulu sering berganti-ganti seiring dengan bertambahnya usiaku. Mulai dari ingin menjadi penjual ice cream supaya bisa makan ice cream setiap hari, ingin jadi kasir yang pegang banyak uang, ingin menjadi guru, ingin menjadi pianis, ingin menjadi novelis, sampai akhirnya ingin menjadi traveller keliling dunia. Ups… cita-cita terakhir sih sebenarnya impian semua orang ya hahaha…

Lulus SMA, sebenarnya aku ingin menjadi seorang Tour Leader. Cita-cita yang tercetus spontan setelah melihat pekerjaan tanteku yang seorang Tour Leader di salah satu perusahaan tour & travel. Rasanya senang sekali bisa jalan-jalan keluar negeri… dibayar pula😉

Tapi… sebenarnya cita-cita itu ga cocok untukku. Aku ini seorang phobia. Aku mudah trauma. Waktu aku TK, aku pernah dipatok ayam, dan sampai saat ini aku takut sekali dengan unggas. Waktu aku SD, aku pernah dikejar dan diendus-endus anjing jalanan, dan sampai saat ini aku takut sekali dengan hewan yang pandai menjaga rumah itu. Aku bahkan takut dengan semua jenis hewan yang lebih besar ukurannya dari cicak!

Bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang Tour Leader ya? Okay, phobia bisa diterapi dan dihilangkan. Dimana ada kemauan, di situ ada jalan, kan? Nah masalahnya… kemauan menghilangkan phobianya yang kurang hahaha… Belum lagi karena aku anak tunggal, orang tuaku keberatan jika aku bepergian terus.

Akhirnya cita-citaku sebagai Tour Leader terbang-melayang. Aku malah mengambil kuliah Ekonomi-Akuntansi🙂

Lulus S1, aku mulai bekerja di perusahaan keluarga. Perusahaan kecil yang bergerak di bidang penjualan dan jasa pemasangan. Perlahan-lahan aku belajar menjual, dan beberapa tahun terakhir ini, aku mulai belajar memasarkan dan menjual secara online.

Cuma penjual online kecil-kecilan juga sih. Tapi biar kecil-kecilan begini, aku merasa terbantu sekali dengan fasilitas e-Banking dan m-Banking BCA. Kalau ada pembeli yang confirm sudah transfer, saat itu juga aku bisa langsung cek mutasi rekening baik menggunakan laptop, maupun handphone. Ya… kita ga bisa percaya saja tanpa dicek dulu apakah benar-benar sudah ditransfer ataukah “masih baru mau” transfer kan?

Pernah kejadian soalnya. Waktu itu, ada seseorang yang mau sewa apartemenku. Kebetulan, apartemen kami itu kosong sejak beberapa tahun terakhir ini. Suatu sore, orang tersebut telepon. Beberapa kali pembicaraan, akhirnya disepakati dia akan transfer sejumlah uang untuk penyewaan apartemen 1 tahun.

Selang beberapa lama, bapak itu SMS memberitahukan kalau sudah transfer sejumlah dana ke rekening BCAku. Kebetulan waktu itu aku ga bawa laptop, sehingga aku mengecek mutasi rekening pakai m-Banking. Saat itu, belum ada uang yang dimaksud masuk ke rekeningku.

Masih menganut azas praduga ga bersalah, aku hubungi si calon penyewa dan meminta bukti transfernya. Tapi kemudian dengan ‘profesional’nya, dia membujuk aku secara halus untuk pergi ke ATM BCA terdekat, dan menghubungi dia pada saat sudah di depan ATM BCA. Ahhhh, kartu lama ya…
Katanya, “Cek di ATM lebih akurat daripada cek di e-Banking ataupun di m-Banking!” hahaha…

Lain lagi cerita salah satu supplier material kantorku di kawasan Glodok. Begini ceritanya, beberapa hari yang lalu, salah satu karyawan kantorku yang sedang instalasi di client, ternyata kekurangan material. Dari pada jauh-jauh dia kembali ke kantor, sebaiknya dia beli saja kan di Glodok.

Sampai di satu toko di Glodok, pas sudah ketemu material yang dibutuhkan, si pemilik toko telepon aku. Dia minta aku untuk transfer pembayarannya sebelum material dibawa karyawanku. Dan seperti biasa, dengan menggunakan Klik BCA, dalam hitungan menit, aku sudah berhasil transfer dana ke rekening pemilik toko. Praktis kan?

Ditunggu-tunggu sampai 30 menit, kok karyawanku belum konfirmasi kalau materialnya sudah dibeli. Akhirnya aku telepon… tau-tau dijawab,

“Belum, De! Si enci lagi ke BCA buat print buku tabungan!”

Wah… wah… ini namanya ga efisien ya… Coba kalau si pemilik toko menggunakan faslitas e-Banking ataupun m-Banking BCA. Sudah pasti, transaksi menjadi lebih mudah. Aku sudah merasakannya!

Kembali ke kisahku. Syukurlah sampai hari ini, toko onlineku mulai membuahkan hasil. Biarpun aku menjalankannya secara paruh waktu karena aku masih aktif bekerja di kantor, aku cukup senang bisa mempunyai penghasilan tambahan yang bisa kupergunakan untuk jalan-jalan. Ya… biarpun cita-citaku menjadi Tour Leader ga kesampaian, paling ga, aku bisa jadi peserta tournya hehehehe… Sama-sama jalan-jalan kok… cuma yang satu bekerja sambil jalan-jalan, yang satu jalan-jalan sambil bekerja hahaha…

Sekarang ini, kembali ke cita-citaku waktu jaman remaja, aku ingin menjadi traveller. Traveller backpacker juga ga apa-apa kok. Semoga bisa tercapai ya… tentu saja dengan dukungan BCA yang membuat transaksi penjualan onlineku berjalan lancar dan mudah… serta efektif untuk menghindari pencobaan penipuan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pssttt… aku sudah jadi nasabah sejak 20 tahun yang lalu loh… Waktu itu sih baru punya Kartu Pelajar hehehe…

Terima kasih BCA!