Tags


Hai,, namaku Scooby… woooofff wwooofff… gukk gukkk…

🙂

Beberapa bulan yang lalu, aku adalah seekor anjing tak-bertuan di kawasan Jakarta Barat.

Kerjaanku setiap hari waktu itu cuma duduk-diam-tak merespon lingkungan & orang2 di sekitarku.

Habis, apalagi yang bisa kulakukan? Buluku kotor, tubuhku lemas, lusuh, & bau anyir, mataku sayu & tatapan mataku kosong, telingaku menghitam, air liurku berbau, dan ekorku selalu turun karena aku sedang tidak bahagia sekaligus tidak sehat. Huuff tidak ada satu orangpun yang mau mendekatiku… cuma lalat2 dan semut2 saja yang sibuk mengerubungiku. Yang malah memberikan siksaan gatal2 di sekujur tubuhku😦 Mungkin sekilas kalian akan mengira ada timbunan sampah pada saat melewatiku. Padahal aku bukan sampah. Aku adalah makhluk hidup ciptaanNya! Bernyawa!

Aku hanya bisa pasrah! Duduk diam di bawah pohon. Beralaskan tanah berpayung langit. Menunggu ajalku tiba!
Jangan ganggu aku! Jangan usik duniaku!
Biarkan sang ajal datang menjemputku! Karena aku sudah siap… dan teramat siap untuk kedatangan sang ajal!

Suatu hari, datanglah sekelompok orang yang ingin menangkapku. Fiiuuhhh apakah akhirnya sang ajal datang menjemput? Aku takut hiks…

Ku gigit mereka yang sedang mencengkramku! Ugghh… ternyata mereka memakai sarung tangan tebal. Jadi gigitanku tidak digubrisnya. Mereka malah mengalungkan tali di leherku, kemudian mendorongku untuk masuk ke kandang, dan ikut mobil mereka.

Woooofff wooofff… mereka bukan sang ajal! Tapi akan dibawa kemana aku?

SCOOBY TAMAN_1

<Salah satu dari mereka rutin membawakan makanan & minuman untukku sebelum hari penangkapanku>

* * *

Di mobil inilah aku diberi nama Scooby. Mereka berharap… kelak aku akan menjadi Scooby Duuu biii duuuuuu…

Mereka membawaku ke sebuah klinik hewan 24 jam. Paramedis di sana mengatakan fisikku sangat drop. Kedua mataku belekan parah dengan bekas luka di dalam mata, infeksi/bisul/bengkak pada gusi2ku yang menyebabkan air liurku keruh & bau, dan kedua telingaku juga terinfeksi amat parah. Telingaku berkerak, tumpukan kotoran hitam, bernanah, cairan kuning bau, bercampur dengan bulu yang lengket! Di sanalah tempat favorit lalat2! Uuugghh… baunya jangan ditanya! Memenuhi seluruh sudut ruang periksa!

PLUS KUTU! Sekujur tubuhku penuh KUTU! Bisa kalian bayangkan betapa gatalnya seluruh tubuhku, bukan?

Sakit mulai terasa pada saat telingaku dibersihkan. Takut dan panik bercampur stres jadi satu. Aku tidak berani menatap wajah2 mereka yang menangkapku, maupun yang sedang menolongku. Aku sangat takut!

SCOOBY DH_1

<Sejumput dog food diberikan untuk menghiburku. Tapi aku sedang tidak bergairah untuk makan>

* * *

Keesokan harinya, aku dipindahkan ke sebuah klinik milik Drh. Magda. Aku langsung diinfus di klinik. Dokter mengatakan aku kena anemia, infeksi & radang yang parah pada kedua telinga, radang pada gusi, dan kemungkinan masalah ginjal. Wooofff… semoga yang terakhir ini cuma kemungkinan dan bukan kenyataan!

Dokter Magda yang baik hati juga mengambil sample darahku untuk diperiksakan apakah ada parasit darah dan virus distemper. Syukur pada Tuhan… negatif!

Aku mulai bisa mengerti dan merasakan kasih sayang orang-orang di sekelilingku beberapa hari ini. Walaupun aku tetap panik & stres.

SCOBBY_DRH21

<Aku stres karena belum tau apa yang mereka lakukan terhadapku>

* * *

Kawan, kini aku sudah jauh lebih baik… dan aku berharap kondisiku terus membaik. Aku mulai bisa mengerti dan merasakan kasih sayang orang-orang di sekelilingku. Mereka yang menangkapku, mereka yang memeriksa dan membersihkanku.

Walaupun… aku belum bisa melupakan trauma atas ‘alam liar’ku sepenuhnya –yaaaaa… tempat tinggalku sebelum bertemu mereka, adalah sebuah medan yang sangat berat bagiku… dimana aku tidak bisa mempercayai siapapun di sana! Termasuk serangga2 sekalipun–, aku sangat berterima kasih kepada semua kawanku di Hope for Dogs yang sudah berusaha membawa perubahan baik dalam hidupku!

* * *

Hmm… sejak pertama kali lihat wajah si Scooby di FB Hope for Dogs ini, ada rasa keterikatan di hati gua. Ada penyesalan dalam diri gua. Menyesal karena sampai saat ini gua belum berhasil menghilangkan trauma & phobia gua terhadap hewan termasuk anjing, sehingga gua ga mungkin bisa adopsi Scooby.

Dan akhirnya gua putusin untuk jadi OTA Scooby aja. ARTINYA, Scooby tetap di sana, dan gua berkomitmen setiap bulan untuk membantu meringankan sedikit biaya Scooby yang pastinya ga murah.

Kawan2, bisa kalian bayangkan bagaimana jika anjing2 kesayangan kita ada di posisi Scooby! Biarlah Scooby  merasakan sedikit saja limpahan kasih sayang kita… Jika kita bisa berbagi rumah nyaman kita untuk Scooby, tentu akan sangat baik… tapi jika tidak bisa, mungkin komitmen OTA / OTB bisa jadi jalan keluarnya.

SCOOBY1 

Dibuka ruang Orang Tua Asuh untuk Scooby & teman2nya yang mempunyai kisah hampir serupa dengan Scooby.
Informasi lengkapnya, cek di https://www.facebook.com/hopefordogsindonesia