Mari bicara tentang perubahan hidup!

Ayahku bekerja di Singapura!
Sejak muda, ayahku sudah bekerja di Singapura. Bahkan ketika beliau bertemu dengan ibuku, untuk kemudian bersatu dalam sebuah pernikahan, ayah tetap memutuskan di negara Singapuralah beliau mencari nafkah, demi menghidupi ibu & aku, anak tunggal kesayangannya. Entah apa yang dijanjikan oleh negara seribu-satu larangan & denda itu. Mengapa ayah sampai rela menahan rindu dengan anak-istrinya selama berbulan-bulan demi pekerjaannya di sana.

Ya… saat itu, tentu ayah tidak dapat sering mengambil cuti untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan bagi kami di Jakarta, tentu tidak bisa sering membeli tiket pesawat –yang mahal pada saat itu– untuk terbang mengunjungi ayah. Ibu bilang, ini berpedoman pada peribahasa “Hemat Pangkal Kaya” yang sering aku baca di buku pelajaran bahasa.

Tahun 90-an adalah perubahan yang pertama dalam hidupku. Ayah akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai usahanya di Jakarta. Singapura dengan kegagahan marlionnya sudah tidak dapat menahan ayah lebih lama lagi di sana. Kerinduan yang bertumpuk bersamaan dengan tabungan yang sudah terkumpul, menjanjikan masa depan baru yang lebih intim di tanah air kami, Indonesia. Aku & ibu tentu sangat bersuka. Walaupun keputusan berwirausaha ayah, diikuti dengan perubahan lain setelahnya.

Di akhir tahun 90-an, usaha ayah mengalami kemunduran. Ketika US Dolar melambung tinggi seolah naik jet coaster, perusahaan ayah terjun bebas sampai ke dasar jurang. Perusahaan itu bangkrut. Meninggalkan sisa kepedihan di hati orang tuaku. Dan ayah… akhirnya kembali memutuskan untuk bekerja di Singapura. Memulai segalanya dari awal, sekaligus menghempaskan kami ke dalam kejenuhan lama. Kembali jarang bertemu, kembali berhemat… pangkal kaya. Saat itu, aku sedang kuliah. Dan aku hargai kegigihan ayah di Singapura, juga ketabahan ibuku di Jakarta, hanya supaya ada makanan sehat di meja makan, hanya supaya beberapa tahun kelak aku bisa menyandang gelar sarjana. Aku bersyukur memiliki orang tua yang optimis.

Aku Menikah
Lulus kuliah, kemudian bekerja, dan tahun 2006 aku menikah. Tahun 2006 adalah untuk pertama kalinya aku & suamiku menumpangi AirAsia Indonesia untuk berbulan madu menuju Bali. Masih kuingat AirAsia belum ada nomor kursi kala itu. Kami, harus berlomba lari dengan penumpang lainnya demi kursi strategis, demi duduk berdekatan dengan teman seperjalanan kami. Tali tasku sampai putus karena serunya berlari menuju bus. Tapi tidak ada kekesalan & kekecewaan di hati kami. Yang ada hanyalah semangat, yang tergenggam bersamaan dengan lembaran tiket elektronik kami. Semangat yang terus-menerus ada & tersulut, takkala kami melihat iklan tiket hemat bahkan kursi gratis AirAsia. Kami resmi bergabung dengan ratusan juta orang di Indonesia, menjadi pemburu promo tiket AirAsia sejak saat itu.

AirAsia Mengubah Hidupku
Kini semua sudah berubah. Bukan! Aku & keluargaku bukan mendadak berubah menjadi konglomerat yang terbang di ruang first class dengan fasilitas kemewahannya. Ayah tetap bekerja di Singapura pada usianya saat ini. Ibu, aku, dan suamiku, tetap berada di Jakarta yang sesekali terbang mengunjungi ayah. Namun… tentunya ada hal yang berubah dalam hidup kami.

Kami jadi sering bertemu ayah. Syukurlah sekarang pekerjaan ayah lebih fleksibel sehingga berkesempatan mengambil cuti beberapa kali dalam setahun untuk pulang ke Jakarta. Ibu, aku, dan suamiku pun bisa sering berkunjung ke Singapura untuk bertemu ayah. Semua ini karena Air Asia. Karena tiket hemat tanpa embel-embel AirAsia!

AirAsia, bukan hanya membuat ibu lebih sering bertemu dengan ayah, tapi juga membuat kami berkesempatan mencicipi perjalanan wisata ke tempat-tempat lain tanpa harus melupakan prinsip berhemat kami. Tiket hemat AirAsia terbukti kapanpun kemanapun. Aku sudah membandingkan tiket ke Singapura pada waktu libur Lebaran 2014 kemarin… dan kalian pasti tau jawabannya mana yang terhemat.

Terima kasih AirAsia. Teruslah maju sebagai pelopor transportasi udara terhemat di kelasnya. Selamat atas kembali terpilihnya sebagai  maskapai penerbangan hemat terbaik di dunia versi Skytrax.

Tuhan memberkatimu!

Now everyone can fly!

AA2